Categories
Orang-orang yang Ceroboh

Orang-orang yang Ceroboh /7/

/7/

Setelah kupikir-pikir, sebaiknya aku tidak menceritakan tentang Pak Ubon (yang bukan nama sebenarnya) dulu. Aku akan bercerita lagi nanti, jika aku sudah benar-benar yakin, siapa Pak Ubon sebenarnya. Lagipula, aku juga tidak mungkin menceritakannya kepada teman-temanku. Sudah pasti mereka akan menertawaiku dan bilang, imajinasimu terlalu berlebihan, Gotos!, persis gaya ibu-ibu yang tidak mempercayai anak-anak mereka. Tapi akan lain cerita jika yang mendengarnya Pakuik dan Pina. Aku yakin mereka langsung berlari terbirit-terbirit, ketakutan, sebelum ceritaku selesai. Pada hantu saja mereka takut, apalagi dengan Agen Rahasia yang mempunyai pistol dan bisa saja membunuh orang yang dicurigai.

Pakuik dan Pina itu sama penakutnya. Tapi kadar penakut Pina lebih parah. Kamu masih ingat cerita Pina yang terpaksa menjemur kasurnya karena bau ompol? Aku akhirnya berhasil mengorek informasi dari Kak Sulu. Kata Kak Sulu, Pina pipis di kasur saat tidur karena cerita menyeramkan yang didengar Pina sebelum tidur. Tentu saja yang bercerita kak Sulu. Siapa lagi orang yang paling berbahagia melihat kecerobohan Pina selain Kak Sulu?

Kak Sulu senang mempermalukan orang lain. Dan caranya sungguh sangat canggih, kejam, juga mematikan. Diam-diam dan tak terduga, tapi bisa-bisa membuat korbannya tak berani keluar rumah selama sebulan. Kak Sulu mempermalukan orang dengan keahliannya membual. Kalau kalian mendengar Kak Sulu bercerita, kalian akan terbuai. Kalian beruntung jika ceritanya asik dan menyenangkan. Persoalannya, Kak Sulu paling suka menceritakan hal-hal yang menakutkan. Cerita hantu, misalnya.

Aku pernah mendengar cerita Kak Sulu. Sejak itu, aku mencoba tidak dekat-dekat jika Kak Sulu sedang bercerita. Ya, meskipun cerita petualangan atau dongeng, pasti ujung-ujungnya ada hantu yang menyeramkan. Ugh, aku tidak mau mendeskripsikan bagaimana cara Kak Sulu bercerita. Wajahnya, gerak tangannya, intonasinya, dan gerakan meloncat tiba-tiba dari Kak Sulu, bisa membuat siapa saja yang mendengarnya terkaget dan jadi ketakutan. Tapi anehnya, masih saja banyak anak-anak yang mau mendengar cerita Kak Sulu. Aku tidak tahu dari mana Kak Sulu mendapat keahlian bercerita seperti itu. Apalagi cerita-cerita seramnya.

Kebiasan Kak Sulu jika bercerita sudah dihafal semua anak kompleks atau yang tinggal di dekat rumah Pina. Kak Sulu selalu memulai cerita dengan menari-nari. Tentu saja tarian Kak Sulu menarik perhatian anak-anak. Anak-anak di dekat Kak Sulu akan ikut menari. Tapi hati-hati, setelah itu, cerita akan dimulai. Kak Sulu tidak selalu memulai cerita dengan hal menyeramkan. Seperti yang aku bilang tadi, kadang itu cerita lucu, kadang cerita petualangan. Tetapi selalu saja ada hantunya.

Apakah kalian tahu… Begitu selalu Kak Sulu mengawali ceritanya. Entah karena apa, setelah mendengar kalimat itu, anak-anak tidak bisa begitu saja meninggalkan Kak Sulu. Bahkan aku pernah menahan pipisku yang sudah sangat kebelet karena Kak Sulu baru saja memulai bercerita.

Dan cerita yang membuat Pina harus menjemur kasurnya itu, cerita yang aku pikir sungguh mengada-ada. Memang aku pernah mendengar jika rumah Pak Ubon ada hantunya. Tapi menurutku, itu cuma cerita ibu-ibu saja, biar anaknya tidak mencuri mangga Pak Ubon. Berbeda dengan ibu-ibu, cerita tentang rumah berhantu versi Kak Sulu bukan bertujuan untuk mencegah anak-anak mencuri mangga dari rumah Pak Ubon. Tetapi untuk bikin anak-anak tidak bisa tertidur di malam hari. Parahnya, biar banyak anak-anak seperti Pina, ngompol di kasur.

Jadi, Pina mendengar cerita tentang hantu pemakan anak-anak yang suka berdiri di depan rumah Pak Ubon. Hantu itu berwujud seorang perempuan cantik. Ia kelihatan baik. Ia suka mengajak anak-anak yang lewat di depan rumah Pak Ubon bermain dan berjalan-jalan. Bahkan, ia juga suka memberi anak-anak permen atau kue coklat. Bagaimana anak-anak bisa menolaknya? Apalagi yang memberi perempuan cantik. Perempuan itu berambut hitam bergelombang, matanya bulat, hidungnya mancung, bibirnya merah sekali, kulitnya putih menyerupai warna susu, tubuhnya langsing, telinganya kecil dengan sepasang anting yang sangat indah.

Sebenarnya, coklat dan permen itu adalah makanan yang sudah diberi mantra. Kak Sulu menceritakan bagian membaca mantra dengan gaya meyakinkan. Dia berdiri tegak. Sebelah telapak tangannya terbuka, seakan-akan ada permen atau coklat di situ. Kak Sulu mendekatkan telapak tangan itu pelan-pelan ke dekat hidungnya, hingga menyentuh ujung hidungnya yang pesek itu. Dia lalu berkomat-kamit dengan suara serak yang menyeramkan. Kucing bajalan malam-malam, babunyi, Meeeeoooong! Ikuiklah Paja mada ko, bia den makan… Kak Sulu lalu meniup telapak tangannya seperti sebuah gerak lambat di film-film.

Kak Sulu melanjutkan, dan kalian tahu, ajaibnya, anak-anak yang memakan permen itu akan mengikuti perempuan cantik itu tanpa menyadarinya. Anak-anak itu dibawa keluar kompleks, menelusuri jalan, jauh….., jauh….., sampai kalian lupa jalan pulang, dan akhirnya sampai di tengah hutan. Kalian masih mau mendengar kelanjutannya?

Lanjut Kak Sulu, di dalam hutan si perempuan cantik akan berubah menjadi hantu menyeramkan. kepalanya berubah botak. Wajahnya tidak memiliki hidung, dan hanya memiliki satu mata. Badannya terlihat kurus sekali, berwarna hitam pekat dan telinganya super besar. Dia melayang-layang di udara. Saat itulah anak-anak tersadar dan berlari ketakutan. Namun sudah terlambat. Hantu itu akan menelan anak-anak hidup-hidup. Dan Kak Sulu memberi nama hantu itu, Hantu Tihat.

Sasaran empuk Kak Sulu di cerita hantu yang satu itu, tentu saja Pina. Dan cerita itu berhasil membuat Pina mengompol di kasurnya(AGJ)

By Abinaya Ghina Jamela

Dilahirkan di Padang, 11 Oktober 2009. Buku pertamanya, Resep Membuat Jagat Raya: Sehimpun Puisi, diterbitkan Kabarita, 2017. Buku tersebut mengantarkan Naya memperoleh penghargaan Tanah Ombak Award, Penulis dan Buku Puisi Puisi Terfavorite 2017 versi Goodreads Indonesia, Longlist Kusala Sastra Khatulistiwa 2017 untuk kategori Buku Perdana, dan perwakilan Provinsi Yogyakarta dalam pemilihan Kehati Award 2018 kategori Tunas Lestari Kehati, Kementerian Lingkungan Hidup. Naya juga menulis buku-buku; Aku Radio bagi Mamaku: Kumpulan Cerita (2018), Mengapa Aku Harus Membaca? :Tulisan Non Fiksi (2019) dan Rahasia Negeri Osi: Novel (2020). Naya juga merupakan penggagas komunitas Rumah Kreatif Naya dan komunitas Sahabat Gorga.
Naya bisa dijumpai melalui akun Facebook, Instagram, dan Twitter, Abinaya Ghina Jamela

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s