Mencari Trakus*

on

Aku terus mengikuti Pier Serbo, menyesuaikan langkahku dengan langkahnya yang lebar.  Kami sampai di perempatan. Ia belok ke kiri dan aku mengikutinya. Tidak ada pembicaraan antara aku dan Pier Serbo.  Tiba-tiba dia berhenti. Aku mengikutinya, berhenti. Langit sudah berubah warna jadi biru tua. Angin terasa menggigit kulit. Pier Serbo menoleh ke arahku.

“Sebaiknya kita cari tempat beristirahat. Sebentar lagi gelap. Tidak baik berkeliaran ketika gelap di tempat ini,” kata Pier Serbo sambil melihat sekeliling.

Aku mengangguk. Pier Serbo menarik lenganku dengan sangat kasar. Aku menjerit karena kesakitan, tapi Pier Serbo tidak memedulikannya.  Dia berjalan sangat tergesa. Aku kesulitan mengikuti langkahnya. Lenganku terus dipegang dan ditariknya.

……………………………

 

  • Mencari Trakus merupakan judul yang direncanakan untuk buku kedua Naya. Buku tersebut berupa prosa panjang (jika boleh disebut novel). Kutipan di atas merupakan bagian dari Mencari Trakus, Bagian Enam Belas, Naik Perahu.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s