Puisi-puisi Abinaya Ghina Jamela di Harian Media Indonesia, 14 Mei 2017

18404237_790911121071909_5661647690106065494_o

Di Kebun Binatang

 

Di kebun binatang, para hewan

menunggu dengan kesepian,

bertahan untuk tidak lari,

mereka seperti penjahat, terpenjara.

Kura-kura berlumut seperti rumput laut

tumbuh di tempurungnya,

leher panjangnya muncul,

kura-kura itu berenang dengan bebas

tapi tidak sebebas saat mereka di laut.

Aku gembira, tapi para binatang

tak seperti perasaanku, gembira.

Mereka hanya menatap para pengunjung

yang melihat para tawanan berwajah sedih

meninggalkan keluarga dan

kuda nil kesepian di sebuah ruang tunggu.

Aku tidak tahu mereka hidup nyaman

atau tidak, aku juga tidak tahu mengapa

para manusia menangkap dan mengurung

mereka hanya untuk kesenangan.

 

2017

—————————————————————————————————————-

Membaca Kartini

 

Amplop berperangko Jepara

dikirim ke meja kerja seorang

perempuan Belanda, tentang perempuan

yang terkurung di rumah, anak-anak

dipaksa menikah, juga Belanda yang

menjajah kota ukiran. Kotak berukir

dikirim pada ratu negeri penjajah.

Perempuan Belanda menerbitkan

surat-surat. Kartini menjadi cerita

di mulut orang-orang Belanda.

Tapi jauh di kota asalnya, ia dipaksa

Menikah.Tak ada sekolah seperti

yang diimpikan, hanya jadi istri

bupati. Ia hampir duduk manis saja

menunggu tamu-tamu, menulis

surat-surat, kadang menuang ilmu

pada anak-anak perempuan

hingga ia mengeluh sakit

dan meninggalkan anak laki-lakinya.

Tapi mengapa hanya Kartini saja

yang dikenang dalam sebuah lagu indah?

 

2017

————————————————————————————————————————–

Di Pameran Lukisan

 

Lelaki bernama Hasan Gauk

membacakan puisiku.

Bagera keluar dari mulutnya

dan berjalan di hutanyang indah.

Kulitnya, langit dipenuhi bintang

berwarna biru. Gajah penyelamat

penghuni hutan, diburu manusia.

Seorang anak menyelamatkan gajah

dengan balon warna-warni di dalam mimpi

rumput putih dari gading gajah.

Tiba-tiba, aku terjatuh ke dalam laut

berenang disusul paus yang baik.

Ia bercerita tentang sahabatnya

tertangkap perahu kertas yang memiliki

jala seperti jaring laba-laba, juga tentang

hiu malang yang divideokan.

Anak perempuan berjilbab

yang tak kenal haram memegang

tangan anjing, sahabatnya.

Oh tidak, saat aku kembali ke hutan

Bagera sudah terbakar mawar api!

Berhentilah menyakiti penghuni hutan.

 

2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s