MOBY-DICK*

Bagian Pertama
 
Panggil aku Ishmael. Beberapa tahun lalu, aku butuh pekerjaan. Aku tidak punya rencana untuk hidupku, dan berpindah-pindah rumah. Jadi aku memutuskan untuk melaut dan berkeliling dunia. Aku pernah melakukan ini sebelumnya. Kapan pun aku merasa terpuruk atau kehidupan menjadi sangat susah, aku bekerja di kapal. Lagipula, aku sudah terlalu banyak beristirahat. Aku akan berjalan di jalan-jalan dan mengemis. 
 
Aku yakin banyak laki-laki yang kau temukan seperti aku jika kau tinggal di sebuah kota di tepi pantai. Kamu akan melihat banyak orang memandang lautan. Lagipula, aku tidak mengerti bagaimana mungkin seseorang bisa menjadi pekerja kantoran. Aku butuh kebebasan dan laut lepas atau aku akan menjadi gila.
 
Laki-laki seperti aku tidak akan bisa menolak panggilan dari laut. Hingga kami juba menghabiskan sisa-sisa uang kecil yang kami punya untuk berjalan-jalan di pinggir pantai. Kami selalu lebih bahagia di atas kapal ketika tidak melihat daratan sama sekali.
 
*Naya sedang bersemangat untuk belajar menerjemahkan, entah dari karya berbahasa Inggris ke bahasa Indonesia atau sebaliknya. Ada beberapa karya yang ia cicil terjemahkan, salah satunya Moby-Dick versi anak-anak. Sifat kanak-kanaknya yang bosanan masih sangat dominan, sehingga ia lebih sering melakukan apa yang ia mau lakukan.

Tulisan ini belum saya perbaiki sedikit pun, saya biarkan saja dulu begitu adanya. Nanti jika Naya sudah bisa merampungkannya, mungkin baru bisa didiskusikan dengan lebih serius. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s