Categories
Prosa

Roti Lapis Ajaib

Kina yatim berumur 8 tahun. Rambutnya sedikit keriting berwarna cokelat. Kina memiliki pipi kemerahan karena ia selalu merasa malu. Kina malu pada teman-teman dan orang dewasa di dekatnya. Mata Kina bulat besar berwarna hitam. Kina memiliki bibir sangat merah.

Kina juga memiliki ibu yang pintar memasak. Ibu Kina sering membuatkan Kina banyak jenis makanan. Kina tidak pernah membawa bekal yang sama setiap hari. Tetapi Kina paling suka jika ibunya membuatkan bekal roti lapis. Roti lapis buatan ibu selalu membuat Kina gembira. Selai yang diberi ibu pada roti lapis selalu berbeda. Rasanya juga enak dan roti lapis buatan ibu mempunya banyak warna.

Hari ini ibu membuatkan Kina roti lapis. Roti ibu seperti pelangi. Kina pernah bertanya pada ibu bagaimana cara membuat roti lapis. Ibu bilang, itu rahasia para penyihir. Kina heran, tetapi ia tidak pernah banyak bertanya pada ibu tentang penyihir. Di sekolah Kina membagikan roti lapis bekalnya pada ketiga temannya, Sansit, Orkan, dan Danah. Mereka suka bekal buatan ibu Kina.

Saat upacara bendera, Kina merasa mual, perutnya sakit. Petugas upacara membawa Kina ke ruang UKS. Ternyata Sansit, Danah, dan Orkan juga merasa mual dan sakit perut. Mereka berempat berada di ruang UKS.

♤♤♤

Kina terbangun dua jam kemudian. Kina melihat Orkan berada di tempat tidur di sebelahnya.

“Orkan, aku sudah membaik. Kau bagaimana?”

“Aku ju…ga… sudah……mem..ba..ik”, katanya tersenggal-senggal.

Mereka berdua berusaha untuk duduk.

“Di mana Sansit dan Danah?”, tanya Kina

“Mungkin mereka sudah kembali ke kelas”

Mereka keluar dari ruang UKS dan berlari kecil ke kelas. Kenapa perutku sakit dan mual, pikir Kina. Apakah karena roti lapis bekalku? Tidak, tidak mungkin, katanya menenangkan diri. Tidak ada yang salah dengan bekal yang diberikan ibu tadi pagi. Tapi kenapa aku dan teman-teman sakit setelah makan bekal dari ibu? Kina berpikir keras.

Tiba-tiba Kina memikirkan sesuatu. Ibu pernah berkata bahwa roti lapis itu rahasia penyihir. Apakah kami terkena sihir hingga sakit perut dan pingsan? Atau mungkin kami akan jadi penyihir seperti Ibu? Kina pernah melihat Ibu memakan roti lapis dan tiba-tiba menghilang. Mungkin ibu salah memberi roti lapis. Kina masuk ke kelas buru-buru. Ia tidak sabar menunggu waktu istirahat. Kina percaya bahwa yang mereka makan tadi pagi roti lapis ajaib. Kina ingin memberitahu pada teman-temannya.

Bel istirahat berbunyi. Kina bergegas menghampiri teman-temannya. Ia mencari Orkan, Sansit, dan Danah yang sudah keluar kelas.

“Kalian percaya jika yang kita makan tadi roti lapis ajaib?”, Kina berbisik pada teman-temannya.

“Apa?” Teman-teman Kina tidak mendengar apa yang dikatakan Kina. Mereka asik bermain engklek.

Kina jengkel. Teman-teman tidak memperhatikannya.

“Kalian dengar, itu roti lapis ajaib!!!” Kina sedikit berteriak.

“Aku takut bagaimana jika tiba-tiba kita lenyap seperti ibuku waktu itu” kata Kina.

Teman-temannya tidak mempedulikan apa yang dikatakan Kina. Menurut mereka Kina hanya bercanda. Mana ada penyihir?

“Kina, tadi kamu bilang roti lapis ajaib? Seperti di cerita penyihir itu ya?”, kata Orkan.

Kina tidak peduli. Ia membuat kotak engklek. Sambil melompat di kotak engkleknya, Kina berkata, “ibuku penyihir, ibuku penyihir. Kalian tidak tahu itu. Sekarang ayo masuk ke kotak nomor tiga atau kalian akan dalam bahaya” Kina terus melompat. Danah ragu, tapi akhirnya ia ikut apa yang dikatakan Kina. Danah masuk ke kotak nomor tiga.

Saat itu lapangan sepi. Anak-anak sedang di kantin untuk jajan. Teman Kina yang lain saling berpandangan. Tidak terjadi apa-apa pada Danah. Lalu Sansit ikut melompat ke kotak nomor tiga. Orkan mengikuti Sansit. Kina melompat terakhir ke kotak nomor tiga. Tiba-tiba terdengar bunyi Plop! Plop! Plop! Plop! dan mereka berempat menghilang.

☆☆☆

By Abinaya Ghina Jamela

Dilahirkan di Padang, 11 Oktober 2009. Buku pertamanya, Resep Membuat Jagat Raya: Sehimpun Puisi, diterbitkan Kabarita, 2017. Buku tersebut mengantarkan Naya memperoleh penghargaan Tanah Ombak Award, Penulis dan Buku Puisi Puisi Terfavorite 2017 versi Goodreads Indonesia, Longlist Kusala Sastra Khatulistiwa 2017 untuk kategori Buku Perdana, dan perwakilan Provinsi Yogyakarta dalam pemilihan Kehati Award 2018 kategori Tunas Lestari Kehati, Kementerian Lingkungan Hidup. Naya juga menulis buku-buku; Aku Radio bagi Mamaku: Kumpulan Cerita (2018), Mengapa Aku Harus Membaca? :Tulisan Non Fiksi (2019) dan Rahasia Negeri Osi: Novel (2020). Naya juga merupakan penggagas komunitas Rumah Kreatif Naya dan komunitas Sahabat Gorga.
Naya bisa dijumpai melalui akun Facebook, Instagram, dan Twitter, Abinaya Ghina Jamela

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s