Categories
Puisi

Di Bangku Sekolah

Sekolah itu tidak menarik

hanya duduk dan belajar

itu saja, tak menarik,

tak ada. Jika kita terus

menerus seperti itu, otak

terbebani sama dengan filsuf

penyair, cerpenis, esais, ada waktu

menulis, membaca dan bermain, walau

di sekolah ada waktu istirahat, itu

belum cukup. Anak-anak seperti

orangtua yang dipaksa belajar.

Soal-soal berada di atas kepala

berputar-putar membuat kami bekerja keras

memecahkannya. Anak-anak bingung

seperti seorang yang tak tahu apa yang

harus dikerjakan. 100 berada

di depan mata, anak-anak gembira

Mengapa? Apakah 100 tiket menonton

di bioskop? Apakah 100

sekeranjang permen lolipop? Apakah

100 kado istimewa saat ulang tahun?

Atau 100 hanya pujian dari orang dewasa?

2017

By Abinaya Ghina Jamela

Dilahirkan di Padang, 11 Oktober 2009. Buku pertamanya, Resep Membuat Jagat Raya: Sehimpun Puisi, diterbitkan Kabarita, 2017. Buku tersebut mengantarkan Naya memperoleh penghargaan Tanah Ombak Award, Penulis dan Buku Puisi Puisi Terfavorite 2017 versi Goodreads Indonesia, Longlist Kusala Sastra Khatulistiwa 2017 untuk kategori Buku Perdana, dan perwakilan Provinsi Yogyakarta dalam pemilihan Kehati Award 2018 kategori Tunas Lestari Kehati, Kementerian Lingkungan Hidup. Naya juga menulis buku-buku; Aku Radio bagi Mamaku: Kumpulan Cerita (2018), Mengapa Aku Harus Membaca? :Tulisan Non Fiksi (2019) dan Rahasia Negeri Osi: Novel (2020). Naya juga merupakan penggagas komunitas Rumah Kreatif Naya dan komunitas Sahabat Gorga.
Naya bisa dijumpai melalui akun Facebook, Instagram, dan Twitter, Abinaya Ghina Jamela

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s