Resep Membuat Jagat Raya di Mata Prof. Djoko Saryono

https://www.facebook.com/profile.php?id=100004341947224&fref=ts

Bahagia bersua Naya, Abinaya Ghina Jamela lengkapnya, di Hotel Horison Yogyakarta, secercah cahaya literasi, juga sinar cemerlang puisi anak-anak Indonesia. Dia adalah suluh atau pelita terang dunia literasi dan puisi anak-anak Indonesia. Betapa tidak! Menulis puisi sejak usia 5 tahun dan pada umur 7 tahun telah menerbitkan kitab himpunan puisi keren bertajuk Resep Membuat Jagat Raya. Tajuk kitab ini saja sudah menggambarkan keseriusan kerja seorang ilmuwan/pemikir (astronom dan filosof) sekaligus perilaku main-main seorang anak kecil seusianya, bukan sikap jumawa seorang manusia.Puisi-puisi Naya menyemburatkan kegiatan serius sekaligus main-main hal sederhana dengan serius.Hal yang berat diturunkan ke hal ringan dan akrab, sebaliknya hal ringan ditarik ke hal serius dan dalam.

Tema dan isi puisi-puisi Naya begitu luasnya, mulai penciptaan atau mula semesta hingga mainan anak-anak seusianya: mulai dunia yang sangat dekat dengannya sampai yang sangat jauh berjuta tahun cahaya: mulai lingkungan personalnya, lokal, nasional sampai global dijelajahi puisi-puisinya. Begitulah dia mencipta puisi ihwal terciptanya jagat raya, perang dunia kedua, perbudakan di Amerika, keindahan Papua hingga perkara permen, es krim, wafer dan tempe.

Tema dan isi tersebut direka jadi puisi dengan gaya khas anak-anak, yaitu main-main dan tanpa beban. Justru inilah yang membuat puisi-puisi Naya penuh luapan imajinasi otentik yang deras. Dalam Resep Membuat Jagat Raya, dia menulis://Ambil seputir proton/yang sangat kecil/lebih kecil dari pasir/lalu lempar ke tempat jauh/dan meledak lebih lebat/dari letusan gunung merapi/muncul jagat raya kosong/seakan rumah ditinggal penghuni… //. Dalam puisi Di Luar Angkasa, Naya menulis larik //Aku ingin bertamasya ke luar angkasa/menaiki roket serupa terompet/tapi aku harus meninggalkan ibuku/serasa ibuku banyak kerjaan//.

Dalam kutipan puisi di atas terlihat rupa-rupa majas yang berlalu lalang, hidup, dan tulus selaras batin anak-anak. Imajinasi abstrak dibenturkan dengan imajinasi konkret. Majas-majas perbandingan yang di luar keumuman, kadang metafor yang meliuk serupa tikungan jalan. Diksinya bernas dan mengejutkan. Dalam usia kanak-kanak, puisi Naya tak ada yang kekanak-kanakan, sudah tampak dalam dan penuh perhitungan. Ini karena puisi-puisi Naya bergelimang bahasa figuratif yang kaya dan unik serta pokok persoalan yang keren. Maka tak syak lagi, Naya adalah bintang terang di angkasa literasi dan puisi anak-anak Indonesia. Selamat ya Naya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s