Categories
Puisi

Menonton Pertunjukan Teater

Di panggung, baju mereka seperti pelangi

suara mereka lantang seperti singa mengaum

mereka bernyanyi merdu, semerdu burung gereja

muka mereka dilukis seakan kanvas.

Penonton begitu banyak, segerombol semut

kursi-kursi berwarna merah dan hitam

seperti motif kumbang.

Mereka membacakan puisiku, mereka menari

dengan gembira. Aku digendong walikota, seakan

aku masih bayi atau ia terlalu tinggi dan sulit berfoto denganku.

Mereka sangat baik padaku, anak-anak Tanah Ombak.

Kami bermain dengan gembira. Kami berfoto bersama orang asing.

Kami keluar gedung. Lalu aku dipanggil bunda. Waktunya pulang.

Kami harus berpisah.
2017

By Abinaya Ghina Jamela

Dilahirkan di Padang, 11 Oktober 2009. Buku pertamanya, Resep Membuat Jagat Raya: Sehimpun Puisi, diterbitkan Kabarita, 2017. Buku tersebut mengantarkan Naya memperoleh penghargaan Tanah Ombak Award, Penulis dan Buku Puisi Puisi Terfavorite 2017 versi Goodreads Indonesia, Longlist Kusala Sastra Khatulistiwa 2017 untuk kategori Buku Perdana, dan perwakilan Provinsi Yogyakarta dalam pemilihan Kehati Award 2018 kategori Tunas Lestari Kehati, Kementerian Lingkungan Hidup. Naya juga menulis buku-buku; Aku Radio bagi Mamaku: Kumpulan Cerita (2018), Mengapa Aku Harus Membaca? :Tulisan Non Fiksi (2019) dan Rahasia Negeri Osi: Novel (2020). Naya juga merupakan penggagas komunitas Rumah Kreatif Naya dan komunitas Sahabat Gorga.
Naya bisa dijumpai melalui akun Facebook, Instagram, dan Twitter, Abinaya Ghina Jamela

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s