Categories
Puisi

Hachiko

-HACHIKO-

Waktu kecil Hachiko tersesat di stasiun kereta dan bertemu tuannya.
Hachiko tak mengerti apa yang diajarkan tuannya seakan seorang
yang mencapai belokan dan bingung mau lewat mana.
Pas dia besar, dia sudah bisa mengantar tuannya pergi ke stasiun.
Dia akan duduk di depan pintu stasiun seakan bantal yang ditumpuk.
Dia terus menerus mengantar tuannya dan menunggunya pulang.
Hachiko senang melakukannya.
Senyum tuannya bintang-bintang berbentuk segitiga terbalik untuk Hachiko.
Jam lima dia datang ke stasiun, tapi tuannya sudah mati.
Tuannya tak datang-datang. Hachiko tetap menunggunya
Ya, dia menunggu terus-menerus di depan stasiun di tempat biasa hingga dia mati.

2015

By Abinaya Ghina Jamela

Dilahirkan di Padang, 11 Oktober 2009. Buku pertamanya, Resep Membuat Jagat Raya: Sehimpun Puisi, diterbitkan Kabarita, 2017. Buku tersebut mengantarkan Naya memperoleh penghargaan Tanah Ombak Award, Penulis dan Buku Puisi Puisi Terfavorite 2017 versi Goodreads Indonesia, Longlist Kusala Sastra Khatulistiwa 2017 untuk kategori Buku Perdana, dan perwakilan Provinsi Yogyakarta dalam pemilihan Kehati Award 2018 kategori Tunas Lestari Kehati, Kementerian Lingkungan Hidup. Naya juga menulis buku-buku; Aku Radio bagi Mamaku: Kumpulan Cerita (2018), Mengapa Aku Harus Membaca? :Tulisan Non Fiksi (2019) dan Rahasia Negeri Osi: Novel (2020). Naya juga merupakan penggagas komunitas Rumah Kreatif Naya dan komunitas Sahabat Gorga.
Naya bisa dijumpai melalui akun Facebook, Instagram, dan Twitter, Abinaya Ghina Jamela

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s