Peternakan Paman

Rumah Hujan Karya bersama, 2014.
Rumah Hujan
Karya bersama, 2014.

Meskipun paman sering bangun siang, hari ini paman bangun pagi.
Ia harus mengurus ternak karena itu harus bangun lebih cepat.
Paman tergesa menuju kandang ayam dan memeriksa sekeliling.

“oh, ayam sudah bertelur semua. Tapi aneh, kenapa ayam berbulu putih ini tidak ada telurnya? atau ia memang tidak pernah bertelur dan aku yang tidak memperhatikan?” tanya paman sambil mengumpulkan semua telur.

“ah biar saja, aku kumpulkan saja yang ada. Aku ingin membuat telur dadar untuk sarapan”

Selesai mengumpulkan semua telur, paman berjalan menuju kandang sapi. Ia ingin memerah susuh sapi.

“Pasti pagi ini susunya banyak sekali dan segar” paman mengambil ember dan mulai memerah satu-persatu sapi yang ada di kandang.

“waw, susunya banyak sekali. Aku harus buru-buru sebelum kakak dan adik bangun. mereka pasti suka sarapan dengan telur dan susu dari peternakan”

Paman meninggalkan peternakan dan kembali menuju rumah. Paman menyiapkan sarapan untuk kakak dan adik. baunya lezat sekali. Membuat kakak dan adik terbangun dari tidurnya.

“paman, boleh kami sarapan? sepertinya enak sekali”
“silahkan keponakanku sayang. tapi harus sikat gigi dan cuci muka dulu sana!”

pagi itu, kakak dan adik sarapan di peternakan paman.

Mei, 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s