— Untuk Yona Primadesi

Bunda berbicara, aku mendengarkan
kabar menyedihkan memenuhi kepalaku
Bunda pergi, air mata memenuhi pipiku
seperti air tumpah dari wadahnya.
Terdengar suara kereta bergerak
cepat seperti seekor ular. Bunda ke Bandung
bukan untuk bermain-main tapi untuk kuliah
karena jika bunda tidak lulus, bunda akan
bayar duit negara, jika tidak bisa dipenjara.
Aku ingin bunda segera lulus dan bunda pasti lulus.
Jika tidak ada bunda, aku sedih tak terhingga.
Anak-anak gembira tak ditinggal orang tua.
Jika yang kuberi ini membuat gembira bunda
aku akan berterimakasih sebanyak-banyaknya
seperti radio yang tak mau diam.
Jangan menangis, kata Bunda.
Aku tetap menangis, tak tahu kenapa.
Aku percaya bunda baik-baik saja, tapi aku
tetap mengkhawatirkannya, bagai daging
dan darah yang tak pernah terpisah.

2017

One response to “Ditinggal Bunda”

Leave a comment

Trending