Betapa Pelupanya Aku

Aku tidak ingat omongan Bunda. Jika aku disuruh mandi, aku sering berkata, dua menit atau lima menit, dan itu pun dibangunkan. Dan itu pun aku sering mengeluh. Terkadang pun aku kembali berkata, dua menit lagi atau lima menit lagi. Sehingga aku sering telat datang ke sekolah. Tetapi di jalan aku mengeluh dan tetap menyalahkan Bunda….

Bagaimana pun Membaca Sebuah Proses.

Tongkat kayu di lempar akan tumbuh menjadi umbi-umbian. Jangan bermimpi hal tersebut berlaku untuk kebiasaan membaca. Bagaimana pun, membaca merupakan sebuah proses. Gala dinner acara IFLA-APISI beberapa bulan lalu menyisakan sepotong percakapan antara bu Hanna, saya, dan Nermi Arya dalam ingatan. Intinya, bagaimana cara membiasakan anak membaca dan akrab dengan buku? Meskipun kedua ahli pada…

Naya dan Pelajaran Menulis

Naya sudah bisa menulis? Sudah! Sejak kapan? Sejak ia bisa membaca dengan lancar. Apakah tulisan Naya rapi dan bagus? “Ya”, jika saya menjawab dari kacamata anak seumuran Naya, tapi “tidak”, jika saya menjawab dari sudut pandang orang dewasa yang pikirannya sudah terdoktrin selama bangku sekolah dengan latihan menulis “tegak bersambung”. Apa yang saya lakukan sebagai…

Naya dan APISI-IFLA BSLA Workshop

19 Oktober 2015 silam, saya berkesempatan untuk mengikuti sebuah workshop yang digagas oleh APISI dan IFLA di Putri Duyung Resort, Ancol. Tentang Naya, saya tidak memiliki pilihan dan mesti membawanya ikut serta dalam kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut. Sejak menetap di Bandung, saya belajar untuk tidak menggunakan jasa baby sitter atau Nanny untuk…

Apakah Kelak Naya Akan Menjadi Penulis?

Di perjalanan kemarin, Naya bertanya pada saya mengenai “buku” karyanya. Pertengahan tahun silam, melihat antusias Naya dalam menulis, saya bercita-cita (dan mendiskusikan juga dengannya) untuk menerbitkan semua tulisan dan gambar-gambar Naya dengan tajuk “Aku, Pensil, dan Kertas”. Sejak itu Naya semakin giat menghasilkan karya, entah puisi, prosa, gambar, bahkan (katanya) juga naskah film. Sayangnya niat…

Naya dan Buku-Buku

Naya, barangkali hanya salah satu dari anak-anak yang menjadikan buku sebagai teman baik. Banyak kebiasaan Naya, yang saya sendiri ketika kecil tidak memilikinya. Terus terang, saya cemburu. Ketika bangun di pagi hari, maka ia akan segera memilih salah satu dari koleksinya untuk dibaca sembari bermalas-malasan. Atau ketika saya ajak jalan-jalan, di waktu senggang dia tanpa…

Surat Untuk Bunda

Naya minta maaf nda: karna mecahin piring. Naya bilang naya takut, sebenarnya naya mau nonton. Naya ga akan melakukan salah lagi. Beneran nda. Naya ga kayak gitu lagi: sama bunda. umah, bunda baik sekali deh. dan naya benar-benar minta maaf karena sudah berbohong. terimakasih untuk penggarisnya ya nda. Naya mau dapat ciuman dari bunda. Naya…