Mencari Trakus, awalnya…

Akhir Januari 2018, di sebuah kedai kopi tidak jauh dari sekolah Naya, saya datang terlambat menjemput. Mereka berdua sedang asik berdiskusi, entah apa yang sedang dibicarakan. Seperti biasa, saya tidak terlalu ambil pusing, nanti mereka juga akan cerita pada saya. Tak lama, Naya berlari ke dalam toko buku sambil menenteng beberapa lembar uang dua ribuan….

Mencari Trakus*

Aku terus mengikuti Pier Serbo, menyesuaikan langkahku dengan langkahnya yang lebar.  Kami sampai di perempatan. Ia belok ke kiri dan aku mengikutinya. Tidak ada pembicaraan antara aku dan Pier Serbo.  Tiba-tiba dia berhenti. Aku mengikutinya, berhenti. Langit sudah berubah warna jadi biru tua. Angin terasa menggigit kulit. Pier Serbo menoleh ke arahku. “Sebaiknya kita cari…